Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Telunjuk Alam

Gambar
  Di balik ribuan potong kayu yang tumbang, tersembunyi isyarat alam yang tak lagi ingin berbisik. Ia menunjuk dengan tegas, telunjuknya seolah diarahkan tepat ke wajah para penguasa. Mereka yang dengan bangga menyebut diri pemimpin, namun tangan mereka penuh jejak luka bumi. Gunung-gunung yang dulu utuh kini berongga, hutan yang pernah menjadi napas bagi banyak kehidupan berubah menjadi padang gersang tanpa suara. Alam telah menanggung terlalu banyak, tetapi seperti ibu yang sabar, ia bertahan… hingga batas kesabarannya pun habis. Para penguasa itu tak pernah benar-benar melihat; mereka hanya menghitung. Menghitung kayu yang dijual, tanah yang digadaikan, sungai yang diarahkan ulang demi keuntungan. Mereka memotong hutan seakan memotong sehelai rambut—ringan, tanpa beban, tanpa pikir panjang. Mereka berdiri di mimbar kebesaran, berbicara tentang pembangunan dan kemajuan, sementara di bawah kaki mereka, bumi yang retak menangis tanpa suara. Mereka lupa bahwa alam bukan benda mati, ...